Kerukunan Masyarakat Batak Yapen Kutuk Keras Pelaku Dugaan Rasisme.

Pengaruh Miras Pemuda ,Aniaya Seorang Warga
Januari 14, 2021
Kodim 1709 Yawa Lakukan Pendisiplinan Perilaku Masyarakat Tetap Patuhi Prokes.
Februari 1, 2021

KMB Kepulauan Yapen Kutuk Keras Dan Nyatakan Sikap Terhadap Pelaku Dugaan Rasisme

Serui, Papuaupdate.com- Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Kabupaten Kepulauan Yapen menyatakan sikap dan mengecam tindakan rasisme yang diduga dilakukan Ambrocius Nababaan melalui akun facebook yang ditujukan kepada aktivis Papua Natalis Pigai pada tanggal 12 Januari 2021 lalu.

Pernyataan sikap disampaikan secara resmi oleh Ketua KMB Yapen ,Gokman Simbolon SH didampingi sekretaris B Manurung dan para Penasehat kerukunan digelar di Pendopo Keluarga Setmin Bangun SE Gang Lestari Serui, Senin (25/01/2021) malam.

Pernyataan sikap KMB Kepulauan Yapen terhadap pelaku dugaan Rasisme di Pendopo Keluarga Setmin Bangun di Serui , Senin ( 25/01/2021)alam

Adapun 4 poin pernyataan sikap yang disampaikan oleh pengurus KMB Yapen diantaranya, 1. Bahwa pernyataan Ambroncius Nababan adalah pernyataan pribadi sehingga tidak mewakili masyarakat Batak di Kabupaten Kepulauan Yapen.

  1. Bahwa kami masyarakat Batak di Kabupaten Kepulauan Yapen mengecam atau mengutuk keras pernyataan Ambroncius Nababan.
  2. Bahwa kerukunan masyarakat Batak kabupaten Kepulauan Yapen meminta kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas serta memproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Meminta kepada saudara Ambroncius Nababan agar memohon maaf kepada saudara Natalius Pigay dan masyarakat Papua.

” Demikian pernyataan ini dibuat dengan seksama dan untuk dipahami, dimaklumi semua pihak ,Atas perhatian semua pihak kami sampaikan terima kasih ” ucap Simbolon diakhir pernyataan sikap KMB Kabupaten Kepulauan Yapen.

Ditempat yang sama penasehat KMB Yapen, Setmin Bangun,SE menambahkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Papua dan Papua Barat atas peristiwa yang tidak kita kehendaki bersama ini.

” Kiranya kebersamaan dan kerukunan yang sudah terjalin erat selama ini tetap kita jaga dan pertahankan bersama-sama, karena Masyarakat Batak yang ada di Tanah Papua sudah merupakan hubungan kekeluargaan yang tidak terpisahkan dengan saudara- saudara kami orang Papua ” ujar Setmin Bangun.
(AG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan