KPPN Serui Serahkan DIPA dan TKDD T.A 2021 di Wilayah Kerjanya.

Satpolairud Polres Yapen Syukuran Hut Ke-70
Desember 1, 2020
Polres Waropen Geser Pasukan Ke Distrik Sekaligus Kawal Kotak Suara.
Desember 7, 2020

Serui, Papuaupdate.com-Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Serui menyerahkan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa atau TKDD tahun 2021.Kamis (03/12/2020) dikantor KPPN Serui.

Penyerahan DIPA dan TKDD Tahun 2021 ini ditandai dengan penandatangan fakta integritas dan Berita acara Rekonsiliasi sisa dana desa oleh Ketua KPPN Serui Noegroho dan Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar,S.Sos.

Secara bersamaan pada kesempatan itu KPPN Serui memasuki zona integritas wilayah bebas korupsi melakukan penyematan pin Anti korupsi kepada kepala BKPD kabupaten kepulauan Yapen dan KPA Lembaga Pemasyarakatan Serui.

Kepala KPPN Serui, Noegroho Mengemukakan pihaknya dalam melaksanakan penyaluran dana APBN ke Satuan kerja selalu mengedepankan sikap responsif ,transparan dan akuntabel .

” Harapan saya masyrakat bisa bersama-sama mengawal penyaluran dana APBN di daerah ” ucapnya.

Noegroho menyampaikan progress penyerapan anggaran tahun 2020 oleh 32 satker diwilayahnya dari pagu dana 165,8 milyar penyerapan dana masih berkisar 134,1 milyar (80,89%) masih tersisa dana sekitar 31,7 milyar yang belum direalisasikan.

” Sesuai harapan Pemerintah pusat agar satuan kerja fokus pada belanja untuk menggerakkan roda perekonomian didaerah dan diharapkan tiga Minggu kedepan capaiannya bisa lebih dari 90%.” Ujarnya.

Lanjut Noegroho untuk penyaluran DAK fisik dan dana desa pada tahun 2020 telah selesai dilakukan baik kepada pemerintah kabupaten kepulauan Yapen dan kabupaten waropen serta total Dak fisik yang disalurkan sebesar 437,3 milyar.

Pada penyerahan DIPA tahun anggaran 2021 KPPN Serui akan menyalurkan dana APBN sebesar 688,2 milyar ,DIPA untuk 32 Satker yang tersebar didua kabupaten dengan nilai 204,1 milyar, Alokasi Dak fisik ,Dak non fisik yang akan disalurkan di kabupaten kepulauan Yapen dan Waropen sebesar 481,1 milyar.

“Dak fisik ,Dak non fisik dan DD untuk kabupaten kepulauan Yapen sebesar Rp 275,1 milyar, angka tersebut terdiri dari Dak fisik sebesar 86,6 milyar ,Dana Desa 138,7 milyar disalurkan oleh KPPN Serui , Dak non fisik 49,8 milyar disalurkan melalui KPPN Jayapura dan Jakarta II ” jelas Noegroho.

Selain itu kata Dia terdapat Dana transfer umum yang penyaluran nya langsung ditransfer dari KPPN Jakarta II yaitu Dana Bagi Hasil sebesar 33,7 milyar dan Dana Alokasi umum sebesar 529,8 milyar.

Sedangkan Dak fisik ,Dak non fisik dan Dana Desa tahun 2021 yang akan disalurkan untuk kabupaten Waropen sebesar 209 milyar terdiri dari Dak fisik 72,9 milyar, Dana Desa 105,1 milyar disalurkan oleh KPPN Serui, Dak non fisik 30,9 milyar disalurkan melalui KPPN Jayapura dan Jakarta II juga Dana transfer umum yang penyalurannya langsung melalui KPPN Jakarta II yaitu Dana Bagi Hasil 34,8 milyar dan Dana Alokasi Khusus sebesar 539 ,9 milyar.

” Besarnya dana yang dialokasikan pemerintah pusat pada kabupaten kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah pusat untuk membangun provinsi Papua” tandas Noegroho.

Kepala KPPN Serui, Noegroho (kiri) dan Bupati Tonny Tesar saat diwawancarai wartawan usai penyerahan DIPA dan TKDD

Sementara itu Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar,S.Sos mengatakan APBN tahun 2021 masih fokus pada penanganan kesehatan untuk menangani Covid19 khususnya vaksinasi,Perlindungan sosial terutama kelompok yang kurang mampu dan rentan serta program pemulihan ekonomi khususnya mendukung UMKM dan Dunia usaha.

” Sesuai arahan presiden dalam penyerahan DIPA 2021 saat perekenomian lesu maka belanja pemerintah menjadi penggerak utama ekonomi ,untuk itu belanja APBN 2021 agar segera diakselarasi menggerakkan roda ekonomi pada kuartal pertama 2021 agar konsumsi masyarakat meningkat dan mempunyai daya ungkit terhadap perekonomian” ujar Bupati Tonny Tesar.

Menurutnya efektivitas APBN dan APBD dalam mengurangi dampak pandemi Covid19 sangat tergantung dari pelaksanaannya yang tepat sasaran ,tepat waktu dan tepat kualitas , untuk itu koordinasi dan kolaborasi instansi vertikal dan Pemerintah Daerah sangat penting menentukan keberhasilan dalam pengendalian pandemi ini.

AG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pasang Iklan